Rabu, 29 Februari 2012

Mimpi dan saat ini!

Kalo bicara tentang cita-cita dan harapan,, pasti semua orang nggak akan pernah kehabisan kata-kata...
Pengen begini. Pengen begitu. Melakukan ini itu. Menjadi ini itu.
Ada yang berorientasi pada kekayaan yang tak terbatas. Terkenal dan tersohor sampai palungan laut (kebayang ga, dari plankton sampe ikan paus kenal ama lo). Atau tentang karier? Rumah tangga?

Silahkan menggantungkan cita-cita setinggi langit yang tak ada batasnya..
Silahkan 'bermimpi',, silahkan berharap, silahkan berandai-andai.
Semua dilakukan dengan cuma-cuma, hanya dibatasi dalam alam pikiran bukan.
Sementara pikiran lo yang punya lo sendiri, tanpa mengganggu orang lain..

Kalo gw?
Entah brapa banyak mimpi yang pernah bergelayut di pikiran gw.
Dari yang masuk akal (punya bisnis besar, merit di Bali, tajir, bahagia),,
sampe yang lebay kayak alay (jadi superhero, seenggaknya Superman).
Hahahahaha...
Sebatas mimpi. Sebatas angan-angan..

Kadang membuat kita terpacu lalu punya usaha untuk menggapai mimpi, sambil terus bermimpi yang lebih besar.
Tapi kadang juga membuat kita tampak bodoh, ketika mimpi hanya kita jadikan hiasan, bukan tujuan.
Karena tujuan apa yang akan kita capai, seharusnya diawali dari vision yang kita ciptakan atas diri kita.. diawali dari mimpi.
(nyerocos apa sih gw)

Tapi buat gw, esensi hidup itu ada di "saat ini", "sekarang".
Jangan sampe keasikan bermimpi, kita lupa untuk memberi makna dalam hidup kita saat ini.
Memberi arti dimana kita berada saat ini.
Memaknai dengan benar dan tepat kehidupan kita saat ini.
Bijak dalam menentukan sikap saat ini.
Bukankah itu lebih indah?

Saat kita, dengan segala yang kita punya saat ini, memberi kebahagiaan bagi orang lain, atau menjaga alam semesta yang kita pinjam sekarang.
Dan segala yang kita lakukan akhirnya memberi dampak bagi masa depan kita.
Kenyataan terindah dari hidup, menurut gw...

Yoook,,
Tebarkan lebih banyak Cinta...
Sebarkan damai atas nama Cinta...
Hidup bermurah hati bagi Cinta...

Dan,,, menikmati Cinta!


Senin, 27 Februari 2012

Pergilah sedih..
Pergilah resah..
Jauhkanlah aku dari salah prasangka..
Pergilah gundah..
Jauhkan resah..
Lihat segalanya lebih dekat,,
Dan ku bisa menilai lebih BIJAKSANA!

Mengapa bintang bersinar?
Mengapa air mengalir?
Mengapa dunia berputar?
Lihat sgalanya lebih dekat!
Dan kau akan mengerti..




(Lihat segalanya lebih dekat - Sherina)
Lagu Sherina waktu kecil nih,, dengan gigi kelincinya dia.
Tapi dalem ya..
Berasa diingetin..

Emang kebiasaan kita kalau lg gundah,, kalau lagi resah,, Kita cenderung berprasangka, dan seringnya prasangkanya salah..
Melihat dari opini diri sendiri..
Menuduh sepihak, dan merasa benar..
Lalu berkesimpulan,,
Lalu bertindak sesuka hati,
Tapi tak bijaksana.
Melihat dari jauh,, padahal bisa mendekat..

Kalau menurut gw ini tentang kedewasaan!
Saatnya jadi dewasa!!!
Melihat dari dekat setiap persoalan..
Melihat lebih dekat kepada diri sendiri..
Melihat lebih dekat pada hal-hal disekeliling kita..
Melihat lebih dekat pada apa yang kita miliki.
Melihat lebih dekat rancangan Tuhan buat kita
Setelah mengerti,, saatnya
Menyimpulkan dengan matang, dengan hikmat

Kemudian bertindaklah dengan bijak

Selamat melihat lebih dekat!
Selamat menjadi bijak!


Java Jazz Festival

Java Jazz Festival datang lagi...
Festival Jazz yang bikin gw bangga,, Indonesia bisa datengin artis2 kelas dunia,, kelas Grammy buat nunjukin Indonesia itu keren banget!!!
Nggak pernah nyatet juga brapa orang yang dateng ke Festival ini tiap taunnya,, coba tanya ama Om Peter F Gontha deh, pasti doi tau,,, bahkan dengan segala keuntungan yang doi dapetin dari festival yang makin kesini makin paten.
Kalo bicara event sih, JJF buat gw hits banget. Excelent!
Cuma kadang,, kalo nonton tuh dah kayak ngantri sembako.
Kebanyakan orang..

Kebanyakan orang disini bisa jadi indikasi banyak hal,, seenggakya buat gw:
- orang Indonesia (Jakarta) haus hiburan.
- orang Indonesia (Jakarta) tajir.
- JJF udah jd trend. Nggak sekedar buat yg doyan jazz, tapi buat yg pengen nikmatin musik. Atau mungkin biar dibilang classy krn ke JJF. Biar dibilang gaul gituh!

Yes,, mungkin sama halnya dengan gw yang udah 2 kali ke JJF.. Gw nggak terlalu menikmati musik jazz kelas berat. Yang improvisasinya kadang kehilangan harmonisasi. Hahahaha...
Tapi di Java Jazz ini menghadirkan musik2 light jazz,, acid jazz, atau mugkin semacam kolaborasi musik jazz dengan choir, pop, alternatif, rock, atau apa aja juga jadi.
Karna itu JJF bisa dinikmati ama siapa aja, bahkan yang nggak ngerti apa2. Dateng aja, tinggal nongkrong di kantin bli teh botol juga bisa dengerin sajian musik kok, karna banyak stage2 mini yg tampil di seputaran venuenya.

Selain pengen nikmatin musik-musik berkelas,, yah juga emang pengen berasa eksis di dunia sosialista ajah sih gw.. *wuek.. Hahaha.. Nggak gitu juga kok..
Gw juga kesana pas jaman kuliah,,, malakin teman2 gw yang kerja di media biar dpt tiket gratisan.. hahahaha...
Tapi itu udah lama banget,, kyknya taun2 2005 apa 2006an kali, waktu JJF masi di Senayan. Dan sejak di Kemayoran gw agak2 ilfil sih,, gak ngerti kenapa, nggak suka aja..

Yah,, itulah,, fenomena..
Dan yang pasti akan ada banyak ornag yang pengen menjadi bagian dari suatu fenomena, untuk sekedar eksistensi ataupun idealis!

Pada dateng gak ke JJF 2012?!?

Jumat, 24 Februari 2012

BERKAT!


May the Lord bless you and keep you,
May the Lord make His face shine upon you, and be gracious unto you,
May the Lord lift up his countenance upon you and give you peace.


video

Sebuah rangkaian perkataan berkat yang diperintahkan Tuhan kepada Harun melalui Musa, untuk diucapkan bagi bangsa Israel dalam Bilangan 6: 24-26.

Tuhan memberkati dan melindungi engkau.
Tuhan menyinari engkau dengan wajahNya dan memberi engkau kasih karunia.
Tuhan menghadapkan wajahNya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.

Nggak asing kan sama kalimat diatas..
Sampai hari ini, berkat ini masih menyertai setiap kita kalo kita pulang Gereja, dan Pendeta nyuruh kita mengangkat tangan untuk menerima berkat. Bahkan di sinagoge di Israel, para Imam juga memberkati umatnya dengan berkat ini.

Buat gw sih keren.
Apalagi kalo denger alunan lagunya dengan versi paduan suara, composed by John Rutter, komposer Inggris yang masi hidup sampe sekarang.
Dalam versi videonya ada paduan suara dari Katedral Anglikan di Inggris, Westminster Abbey Choir..
Nikmati aja, nggak cuma alunan lagunya..
Tapi nikmati BERKAT TUHAN.
Percaya kalau TUHAN selalu memberkati kita.
Percaya kalau TUHAN selalu melindungi kita.
Percaya kalau TUHAN selalu menyinari kita dengan wajah KudusNya.
Percaya kalau TUHAN selalu memandang hidup kita dengan kasih karuniaNya.
Percaya kalau TUHAN selalu memberi damai sejahteraNya untuk kita.





Rabu, 22 Februari 2012

PERCAYALAH...!

Yang kita lihat mungkin gelap...
Percayalah Terang dunia yang bernama YESUS ada, untuk menerangi hidup kita.

Yang kita lihat mungkin buntu...
Percayalah untuk masuk pada Pintu yang bernama YESUS, yang membawamu pada damai sejahtera.

Yang kita lihat mungkin sepi...
Percayalah pada Gembala yang baik bernama YESUS, Dia selalu menuntun kita dan tak pernah membiarkan kita sendiri.

Yang kita lihat kebencian...
Percayalah pada Bapa yang baik bernama YESUS, Dia setia, lebih baik dari segalanya.

Yang kita lihat kekeringan...
Percayalah pada Air Hidup bernama Yesus, Dia mengalirimu dengan berkat-berkat yang tak pernah kering.

Yang kita lihat tak ada apa-apa...
Percayalah pada Pokok Anggur yang Benar bernama YESUS, didalam Dia kita akan menghasilkan buah.

Yang kita lihat diri kita (dengan kebencian, kegalauan, kehilangan, kesesakan)
Percayalah pada YESUS yang terlebih besar dari segalanya, terlebih besar didalam hidup kita.
Percayalah Salib-Nya telah menyelesaikan segalanya.

Selasa, 21 Februari 2012

video

"Ashira ladonai ki gaoh gaah,

Ashira ladonai ki gaoh gaah,

Michamocha baelim adonai,

Mikamocha nedarba kodesh,

Nachitah v'chas d'cha am zu gaalta,

Nachitah v'chas d'cha am zu gaalta,

Ashira, ashira, ashira..."


"I will sing to the lord, for He has triumphed gloriously,

I will sing to the Lord, for he has triumphed gloriously,

Who is like you, O Lord, among the Celestial?

Who is like you, majestic in Holiness?

In your love You lead the people You redeemed,

I will sing, I will sing, I will sing..."


Sebuah nyanyian bangsa Israel yang dipimpin oleh Musa ketika mereka berhasil melewati laut Teberau, setelah Musa dengan kuasa dan kedahsyatan Tuhan membelah laut itu, dan menenggelamkan pasukan Mesir didalamnya (Keluaran 15:1-3)


Sebuah nyanyian sukacita ketika mujizat Tuhan baru terjadi.

Sebuah ungkapan syukur.

Sebuah pengagungan dan pengakuan.


Mereka bangsa Yahudi, umat pilihan Allah, menerima janji dalam Perjanjian Lama. Perjanjian tentang keselamatan dan berkat melalui bapa leluhur mereka; Abraham.


Dan semuanya itu merupakan gambaran tentang Perjanjian yang Baru,,

Perjanjian karena percaya. Perjanjian karena iman.

Perjanjian yang dimateraikan oleh TUHAN sendiri bagi umat yang telah dipilihNya. Perjanjian Darah yang tak bercacat dan tak bernoda. Darah Anak Domba Allah. Darah KRISTUS.


Percayalah,, didalam Kristus kita bisa melihat mujizat-mujizat yang lebih besar dari terbelahnya laut Teberau..

Kita bisa menikmati kebesaran Tuhan setiap saat.

TUHAN yang kita sembah, TUHAN yang tak berubah.

TUHAN yang kita agungkan, TUHAN yang setia.

Berharap padaNya!



Senin, 20 Februari 2012

Tak akan pernah bisa membohongi diri sendiri...
Seperti saat ini, mencoba tenang, tapi batin seakan ada di pusaran angin.
Kalut. Itu yang saya rasakan sekarang.
Kalut atas apa yang saya lihat. Kalut atas apa yang ada.
Sesaat berasa kuat, sesaat kemudian berasa lemah.
Labil tepatnya.

Lalu,, Apa?!?!
Bukan dengan kekuatan saya yang lemah ini saya bertahan.
Bukan dengan cinta palsu saya menjalani hidup.
Kekuatan Sorga, sempurna, itu kekuatan saya.
Cinta yang tulus, sejati, yang mengalahkan segala ketakutan, mengalahkan segala kekalutan itu yang saya andalkan...

Okey,, move on! move on!!!


Selamat bersikap

Saat berada di satu titik, didalam situasi, ditengah kebingungan, keabsurd-an, anomali yang sedang terjadi,, tantangan buat gw adalah:
"BAGAIMANA HARUS BERSIKAP"
Pertanyaan besar yang butuh dijawab dengan label "Urgent / Important / Express / Whatever"

hal pertama yang gw lakukan:
Tenang aja dulu...
Nggak tenang buat kita nggak bisa ngeliat situasi dengan benar. Walhasil bukan makin baik, yang kita lihat semuanya jadi serba salah. Padahal kondisinya tak separah yang kita kira. Atau sebenarnya anomali yang ada cuma karna pikiran kita aja?!?
Ya kalo udah begini critanya kan,, kita jadi korban pikiran kita sendiri.

Lalu sikap seperti apa yang harus kita tunjukan?!?!
Membuat diri sendiri tenang aja kadang tertatih-tatih,, kalau udah dalam level sikap, ada sesuatu yang harus dibuktikan ke orang lain.

Buktikan,, dalam ketenangan kita, ada sikap yang bersinar yang kita tunjukan:
Sikap yang didasari dengan Cinta.
Sikap yang diawali dengan ketulusan.
Sikap yang dilandasi dengan kerendahan hati.
Ini tantangan sebenarnya.

Saat melihat di sana-sini banyak terjadi compangcampingnya hubungan pertemanan, persahabatan, atau hubungan apapun itu, kita ditantang untuk bersikap, menunjukan bahwa hubungan yang kita jalin dengan orang-orang adalah hubungan yang bertanggungjawab, hubungan yang didasari Kasih, yang tulus dan rendah hati.
Saat melihat di sana-sini banyak hal yang murahan sedang terjadi, tunjukin bahwa kita adalah manusia-manusia berkelas, yang punya banyak potensi, yang kaya, yang elegan, tapi tetap punya Kasih, tetap tulus dan rendah hati.

Saat melihat ketidakpedulian menjadi pilihan massal, keselamatan diri sendiri dan ego begitu disanjung tinggi,, tunjukan, kita peduli, tunjukan bahwa tak ada "gw" yang ada "kita". Memilih bersikap untuk satu rasa, (bertahan untuk tetap) satu hati dengan semua orang yang ada disekeliling lo. Dengan rasa dan hati yang benar tentunya.

Saat jalan kesana kemari hanya ada kebuntuan, bersikaplah dengan semangat, bersikaplah yang benar, bersikaplah dengan percaya diri, karena kita sebenarnya adalah terobosan. Seenggaknya teroboslah kebuntuan itu..

Bersikaplah sebagai terang dalam kegelapan.
Bersikaplah sebagai garam dalam kehambaran.
Bersikaplah sebagai anak-anak Kerajaan Sorga!



Hati Rapih.

Rapihkan semua yang kita punya...

Awali dengan hati.
Buang semua yang nggak penting.
Buang semua yang tak berguna.
Buang semua sampah yang penyakit.
Kekecewaan?
Kekuatiran?
Kebencian?
Risau? Galau?
Buang ketempat yang paling jauh dari hati.
Biar mereka tak datang lagi.

Lalu mulai susun apa yang penting, apa yang perlu, apa yang baik, untuk membuat hidup lebih indah.
Letakan Cinta ditengah2, lalu biarkan ketulusan, kerendahan hati, harapan, beranak pinak disana.

Dan rasakan...
hati yang rapih, bikin hidup lebih ceria..

Kalo ati udah,,
lanjutkan dengan yang lain.
Mungkin hubungan?!?!
Ya terserah...
Yang penting hati udah rapih...


Jumat, 17 Februari 2012

BRANGKAAAAAAT!!!!!

Mulai dari Venice,, Amsterdam,, Paris,, dan seluruh penjuru Eropa,, sampai desa-desa terpencil dan pelosok-pelosok Irlandia dan Scotland..
Timur Tengah, terutama Israel dengan perjalanan wisata rohaninya.
Thailand, Vietnam, Kamboja, sepercik sentuhan Asia yang eksotik..
Sampai ke Ambon, Makassar, Medan dan tataran Tapanuli yang gw injak 20 tahun yang lalu..
Atau ke tempat-tempat baru kayak Wakatobi, Jogja, Raja Ampat, Padang, Bangka..

Sekedar angan-angan dan cita-cita gw aja..
Menikmati hidup, menemukan hal-hal baru di tempat yang berbeda dari rutinitas gw..
Intinya sih liburan..
Beberapa tujuan gw ya list tempat yang ada diatas.

Kalo dalam pikiran gw jaman kuliah dulu, liburan gak cuma butuh niat doang, tapi hrs punya duit banyak dan punya waktu yang panjang.
Tapi belakangan ini,, gw baru nyadar aja kalo mo liburan nggak segitu ribetnya kok.
Yang ada sekarang nyesel, kenapa gw ga dari dulu nggak nyisihin niat, nyisihin duit, nyisihin waktu buat liburan ya?!?!
Padahal banyak banget temen2 gw yang ngajakin jalan dan liburan.

Kesimpulan ini gw ambil setelah gw nyimak Bokap Nyokap yang baru aja pulang liburan dari Melbourne.
Perasaan waktu bokap masi aktif kerja, kita2 anaknya paling liburannya ke pantai sepinggiran Ambon, atau ke Malino, kayak Puncaknya kota Makassar, atau paling nggak setahun dua kali pasti ke Jakarta ngunjungin Kakak ama Abang gw.
Itulah liburan versi gw jaman dulu.

Yang bikin ngiri adalah ngedengerin bokap nyokap crita setiap mereka pulang liburan,,,
Crita tentang teraturnya Melbourne,, ngantri buat ketemu Paus di Vatican, mandi di Laut Mati, atau crita tentang mereka yang diperiksa dan dilarang masuk ke Betlehem, sampe waktu mereka kedinginan di Menara Pisa.. Yang pasti bikin ngiri.
Sementara perjalanan gw paling hits adalah ngiterin Red Light District, naek sepeda sampe ketemu pantai nudies di Amsterdam, foto2an tengah malam, beberapa menit sebelum lampu2 di Eifel mati, atau nyusurin La Ramla di Barca.. itupun perjalanan, bukan liburan. Perjalanan membawa harum nama bangsa.
Nah sekarang,, gw ngimpiin liburan.
Backpackers-an juga ikhlas. Apalagi di Hotel bintang 5nya... Ikhlas banget!

Salah satu yang bikin gw tambah semangat lagi, waktu di Kinokuniya, niatnya mo bli buku, tapi nggak tau mo bli buku apa...
Dan entah kenapa juga, gw ngambilnya buku: Naked Travellernya Trinity..
Gokil banget sih! Buku lama setau gw, tapi bener2 bikin adrenalin petualang lo naek dari level niat ke level nekat! AJIB!!!!!!!

Yaaaah,,, liburan jangan hanya dibatasi dalam mimpi.
Nggak ada yang mustahil!

Hahahaha...


Rabu, 15 Februari 2012

Belajar tak labil.

Ketika kita melihat hidup kita sepotong-sepotong dengan penggalan waktu yang kita buat seenaknya,, lalu yang kita dapatkan hanya kekecewaan,, kebahagiaan,, kegalauan,, senang,, gundah,, senyuman,, tangisan. Yang kita temukan hanya kelabilan.

Saat kita sedang mengalami yang tak enak untuk dilalui, seringkali dengan gamang kita menuduh Tuhan telah berbuat jahat,, Tuhan tak membela,, Tuhan tak sayang.. Atau menuduh orang lain yang tak tahu apa2 sebagai orang jahat yang harus merasakan hal2 tak enak yang kita alami,, dan bermacam hal2 aneh lainnya..

Saat kita sedang mengalami hal yang enak, seringkali kita menuduh Tuhan hanya menyayangi kita, tanpa peduli orang lain,, atau bahkan kita menuduh orang lain telah berbuat salah, sehingga hanya kita yang berhak untuk enak.

Betapa labilnya kita.
Betapa rentannya kita manusia.
Ketika hati yang kita punya membawa kita terombang-ambing tak pasti.
Ketika kita memilih untuk tak berteguh hati.

Tapi itu kita..
Itu manusia..
Manusia, sebagaimana adanya manusia.
Yang tercipta dari debu tanah.
Yang dihembuskan nafas oleh Tuhan Sang Pencipta.
Yang dirancang untuk serupa dan segambar dengan Dia.

Dan haruskah menyalahkan Hawa sehingga kita menjadi rentan?
Menyalahkan iblis karena kelabilan kita?
Menunjuk Tuhan telah salah atas rancangannya? Atau menyalahkan diri sendiri?
STOP!!!

Nikmati pelajaran yang Tuhan berikan buat kita..
Dia menguasai segala ruang dan waktu.
Ada saat dahulu, sekarang dan esok.
Dia yang melihat segalanya,, segalanya,, dalam satu kanvas kehidupan yang utuh. Bukan sepotong-sepotong.
Sebuah kanvas kehidupan yang dilukiskan dengan berjuta warna, dengan gambar yang berbeda, tapi semuanya sama: SANGAT BAIK DAN SANGAT INDAH.
Ini pelajarannya:
Melihat hidup, seperti Tuhan melihat kehidupan itu sendiri, karena Dialah yang telah menghidupi kita.
Mari belajar...

Jumat, 10 Februari 2012

Kesombongan? Jangan!

Entah apa pun maksudnya,,, saya selalu mencoba menghindar terjerumus dalam kesombongan.
Sama halnya saya selalu berusaha menghindari orang-orang yang telah menjerumuskan diri kedalam lobang kesombongan.

Saya tak punya teori tentang kesombongan, tapi yang saya percaya:
"Orang sombong nggak pernah mengenal Anugerah"

Kesombongan, ke-tinggihati-an,
sebuah rupa atau wujud dari egosentris, bahwa diri sendirilah yang menghadirkan segala yang diinginkannya. Dengan mengabaikan unsur-unsur lain, seperti orang lain atau bahkan Tuhan.
Ini hanya sekedar pandangan saya aja sih.

Tapi apapun bentuk kesombongan itu, saya benar2 sangat berharap, kalau mereka punya alasan yang tepat untuk melakukan itu,,,
Atau perlu ditelaah tentang kehidupan sosialnya, pengalaman masa lalunya.
Karena kesombongan kalau menurut gw, sangat terkait dengan ada yang diterimanya..

Saya,, pribadi yang selalu ada di titik bahagia, lalu melangkah ke titik bahagia selanjutnya, dan bahagia selanjutnya, dan begitu seterusnya.
Hidup itu terlalu indah untuk dirusak dengan kesombongan.
Bahkan kesombongan itu sendiri sering merusak kesempurnaan hidup bahagia.

Yah,, hidup emang menawarkan banyak pilihan.
Hati emang harus memilih.
Tapi,, Sang Pencipta pasti tak ingin kita sombong, karena Dia: rendah hati!




Kamis, 09 Februari 2012

SKE - NA - RI - O

Saat manusia hidup bersama-sama dalam satu dunia,.
Lalu dengan segenap akal, budi, perasaan, dan segala hal yang telah diberikan oleh Penciptanya, manusia menciptakan sistem-sistem dalam kehidupannya. Entah untuk sebuah perkembangan hidup, kebutuhan hidup atau sekedar untuk bertahan hidup.

Berdampingan satu dengan yang lainnya.
Hidup dalam sebuah jaring-jaring yang saling tersambung satu dan lainnya.
Memainkan peran bersama lalu berdialog dengan skenario beraneka rupa.

Sebuah kehidupan.
Setidaknya dari kacamata saya, seorang yang selalu terkadang kesulitan memainkan peran-peran entah apa itu, karena lebih memilih untuk menjadi diri sendiri.
Tapi didalam dunia yang tampak seperti sebuah panggung pertunjukan, setidaknya saya memainkan peran menjadi diri sendiri..
Peran jujur yang apa adanya.
Peran yang tak membebani.
Peran yang paling gampang dimainkan.

Apa peran kita,, itu lebih dari sekedar pilihan tapi keputusan.
Karena seharusnya ini perkara gampang.
Semua telah diatur oleh Sang Sutradara.
Sebuah cerita kehidupan yang telah diciptakan oleh Tangan yang berkuasa.
Lalu,, apakah kita mau mengikuti skenario yang ada,, atau memilih dan memutuskan untuk memainkan peran atas kehendak sendiri...
Tapi akhir ceritanya?!?!?! Ya jelas itu di luar skenario Sang Sutradara!!!!



Senin, 06 Februari 2012

Perubahan!

Sebagian manusia sangat sulit untuk menerima perubahan.
Dalam beberapa kasus,, gw juga.
Perubahan situasi atau keadaan sering bikin salting,, bikin nggak jelas, bikin uring-uringan, lalu membandingkan dengan keadaan sebelumnya.
Pointnya hanya masalah adaptasi aja sih kalo menurut gw.
Yang pasti tiap2 orang punya kemampuan yang berbeda dalam beradaptasi.
Sebagian sulit untuk beradaptasi, sebagian yang lain gampang untuk menerima perubahan situasi.

Apakah perubahan itu selalu tidak lebih baik?
Belum tentu. Berubah, secara harafiah sih seharusnya menjadi lebih baik.
Semua harus disikapi dengan bijak.

Mereka yang tak bijak akan membanding-bandingkan keadaan sebelumnya, lalu mengeluh, dan hidup dalam pikiran sendiri, sempit, dan isinya negatif semua. Dulu begini, sekarang?!? dulu begitu, sekarang?!? Kok nggak kyk dulu ya?!?
Kasihan. Mereka kehilangan kesempatan untuk melihat hal-hal lain yang (mungkin) lebih indah.

Mereka yang bijak lebih terbuka pada perubahan. Selalu punya harapan untuk melihat dan menghadapi perubahan, dengan keyakinan: semua akan menjadi lebih baik. Menikmati setiap situasi dengan percaya diri. Semua dihadapi dengan tenang.

Ada di sisi mana kita untuk sebuah perubahan?!?!?







BAPA, Engkau sungguh baik
KasihMu melimpah di hidupku
BAPA, kubertrima kasih
BerkatMu hari ini yang Kau sediakan bagiku

Kunaikan syukurku, buat hari yang Kau bri
Tak habis-habisnya kasih dan rahmatMu
Slalu baru dan tak pernah terlambat pertolonganMu
Besar setiaMu di sepanjang hidupku



Jumat, 03 Februari 2012

Harta dari Sorga


Suatu siang di parkiran kantor, di depan pos Satpam..
Mungkin umurnya sekitar 80an,, gigi ompong, hitam, beruban, dengan sarung dan kebaya lusuh, beralas sendal, dan tongkat ditangannya. Wanita renta yang tampaknya dari daerah timur,, dengan ringkih, lelah, tak bugar sama sekali,, yang menurut critanya, beliau baru saja diusir oleh menantunya, saat anaknya sedang bekerja.
Dan beliau minta diantar ke Panti Jompo.

Bukan pemandangan yang enak dilihat, tapi cukup bikin hati bergetar.
Bukan cerita yang pantas untuk dinikmati, tapi ngasih pelajaran mahal buat saya saat ini.

-----

Siapapun tak ingin merasakan hal yang sama seperti Oma tadi.
Atas dasar kemanusiaan saja saya bingung harus berbuat apa..
Ketika melihat seorang wanita tua (yang karena keterbatasan yang tak dapat dielaknya) harus menderita, hanya untuk mencari sekedar tempat berlindung dan kasih sayang.
Atau bahkan kita sering lupa, walaupun kita muda, kita akan menjadi tua.
Atau kita lupa bahwa hidup adalah sebuah perputaran alamiah Tuhan berikan kita.
Suatu fenomena alamiah, dari titik cairan menjadi manusia yang bertumbuh dan lalu menjadi tua. Sangat alamiah..

Lalu,, kenapa kita sering lupa.
Pengen banget mengingatkan sang menantu Oma itu tentang kenyataan ini.
Tapi sebelum saya mengingatkannya,, saya sudah sangat diingatkan..
Bukan tentang diri saya saja,, tapi di pikiran saya saat itu juga adalah,, Orang Tua saya.

Saya tak akan mau memperlakukan orang tua saya dengan tidak layak..
Saat itu juga saya ingin merasakan bagaimana pelukan Papi adalah pelukan paling hangat,,, dan dekapan Mami adalah dekapan paling tulus yang pernah ada di hidup saya..
Apalagi udah 2 bulan lebih, saya tak berjumpa mereka.
Dan setidaknya saat saya menulis ini, hanya tinggal menunggu 2 hari lagi mereka kembali dari plesir bulan madu kedua mereka di negeri kangguru.

Saya tak ingin lupa bagaimana cinta mereka buat saya.
Melihat kehadiran TUHAN dalam hidup saya melalui mereka.
Melihat pembelaan TUHAN melalui kasih sayang mereka.
Menemukan Sorga melalui perhatian mereka.

Papi, Mami,,, TUHAN akan menyatakan kebaikanNya yang tak terhingga buat kalian sampai selama-lamanya. TUHAN akan membawa kalian menikmati kebesaranNya, kemuliaanNya, anugerahNya dan kasihNya buat kalian. TUHAN akan selalu jadi kekuatan kalian untuk hidup panjang usia, dengan kesempurnaanNya. Dan sampai kesudahanNya, kita sekeluarga akan berkumpul dalam Rumah Tuhan, dalam Sorga yang tinggi, di Ruang Maha Kudus, seperjamuan dengan TUHAN YESUS. Amin.


Rabu, 01 Februari 2012

DEWASA!!!

Banyak pilihan yang ada.
Dan kini saatnya saya memilih ada di sisi kedewasaan: Menjadi dewasa.
Bila dilihat dari rangkaian angka, 30 bisa jadi sebuah ironi.

Tapi buka itu pilihan saya..
Tak ingin memandang 30 tahun sebagai usia tua.
Bahkan 30 jadi angka buat saya mulai memasuki sebuah pemahaman yang lebih dalam lagi tentang kedewasaan: Menjadi dewasa.

Sebuah perjalanan selama 30 tahun, telah membawa saya berkelana kesana kemari,, menikmati banyak hal,, melalui banyak hal,, mengalami berbagai musim,, dan begitu sarat kejadian2 yang jadi monumen dalam kehidupan saya, yang pantas untuk diingat sebagai suatu pencapaian, titik balik, langkah maju atau apapun itu namanya.
Satu hal yang pasti, saya sangat merasakan bagaimana TUHAN, Sang Pencipta merangkai hidup saya supaya seperti apa yang Dia kehendaki.

Menjadi dewasa,, berarti beranjak dari kekanak-kanakan saya, beranjak dari keremajaan saya. Saya tidak bicara tentang pergaulan,, saya bicara tentang pola pikir.
Pola pikir yang lebih matang.
Pola pikir yang tidak egois.
Pola pikir yang panjang.
Pola pikir yang terstruktur.
Pola pikir yang bertanggung jawab.
Pola pikir yang mau terus belajar.
Pola pikir yang terus berkembang.
Pola pikir yang dinamis.
Pola pikir yang kuat dan teguh akan kebenaran.
Pola pikir DEWASA!

Sampai disitu?Tidak.
Setelah pola pikir terbentuk, saatnya untuk bertindak.
Saatnya untuk mengeksekusi pola pikir dalam sebuah: TINDAKAN!

Belum terlambat!
Ayo Ikoooo,, mulai sekarang!!!!