Jumat, 17 Februari 2012

BRANGKAAAAAAT!!!!!

Mulai dari Venice,, Amsterdam,, Paris,, dan seluruh penjuru Eropa,, sampai desa-desa terpencil dan pelosok-pelosok Irlandia dan Scotland..
Timur Tengah, terutama Israel dengan perjalanan wisata rohaninya.
Thailand, Vietnam, Kamboja, sepercik sentuhan Asia yang eksotik..
Sampai ke Ambon, Makassar, Medan dan tataran Tapanuli yang gw injak 20 tahun yang lalu..
Atau ke tempat-tempat baru kayak Wakatobi, Jogja, Raja Ampat, Padang, Bangka..

Sekedar angan-angan dan cita-cita gw aja..
Menikmati hidup, menemukan hal-hal baru di tempat yang berbeda dari rutinitas gw..
Intinya sih liburan..
Beberapa tujuan gw ya list tempat yang ada diatas.

Kalo dalam pikiran gw jaman kuliah dulu, liburan gak cuma butuh niat doang, tapi hrs punya duit banyak dan punya waktu yang panjang.
Tapi belakangan ini,, gw baru nyadar aja kalo mo liburan nggak segitu ribetnya kok.
Yang ada sekarang nyesel, kenapa gw ga dari dulu nggak nyisihin niat, nyisihin duit, nyisihin waktu buat liburan ya?!?!
Padahal banyak banget temen2 gw yang ngajakin jalan dan liburan.

Kesimpulan ini gw ambil setelah gw nyimak Bokap Nyokap yang baru aja pulang liburan dari Melbourne.
Perasaan waktu bokap masi aktif kerja, kita2 anaknya paling liburannya ke pantai sepinggiran Ambon, atau ke Malino, kayak Puncaknya kota Makassar, atau paling nggak setahun dua kali pasti ke Jakarta ngunjungin Kakak ama Abang gw.
Itulah liburan versi gw jaman dulu.

Yang bikin ngiri adalah ngedengerin bokap nyokap crita setiap mereka pulang liburan,,,
Crita tentang teraturnya Melbourne,, ngantri buat ketemu Paus di Vatican, mandi di Laut Mati, atau crita tentang mereka yang diperiksa dan dilarang masuk ke Betlehem, sampe waktu mereka kedinginan di Menara Pisa.. Yang pasti bikin ngiri.
Sementara perjalanan gw paling hits adalah ngiterin Red Light District, naek sepeda sampe ketemu pantai nudies di Amsterdam, foto2an tengah malam, beberapa menit sebelum lampu2 di Eifel mati, atau nyusurin La Ramla di Barca.. itupun perjalanan, bukan liburan. Perjalanan membawa harum nama bangsa.
Nah sekarang,, gw ngimpiin liburan.
Backpackers-an juga ikhlas. Apalagi di Hotel bintang 5nya... Ikhlas banget!

Salah satu yang bikin gw tambah semangat lagi, waktu di Kinokuniya, niatnya mo bli buku, tapi nggak tau mo bli buku apa...
Dan entah kenapa juga, gw ngambilnya buku: Naked Travellernya Trinity..
Gokil banget sih! Buku lama setau gw, tapi bener2 bikin adrenalin petualang lo naek dari level niat ke level nekat! AJIB!!!!!!!

Yaaaah,,, liburan jangan hanya dibatasi dalam mimpi.
Nggak ada yang mustahil!

Hahahaha...


Rabu, 15 Februari 2012

Belajar tak labil.

Ketika kita melihat hidup kita sepotong-sepotong dengan penggalan waktu yang kita buat seenaknya,, lalu yang kita dapatkan hanya kekecewaan,, kebahagiaan,, kegalauan,, senang,, gundah,, senyuman,, tangisan. Yang kita temukan hanya kelabilan.

Saat kita sedang mengalami yang tak enak untuk dilalui, seringkali dengan gamang kita menuduh Tuhan telah berbuat jahat,, Tuhan tak membela,, Tuhan tak sayang.. Atau menuduh orang lain yang tak tahu apa2 sebagai orang jahat yang harus merasakan hal2 tak enak yang kita alami,, dan bermacam hal2 aneh lainnya..

Saat kita sedang mengalami hal yang enak, seringkali kita menuduh Tuhan hanya menyayangi kita, tanpa peduli orang lain,, atau bahkan kita menuduh orang lain telah berbuat salah, sehingga hanya kita yang berhak untuk enak.

Betapa labilnya kita.
Betapa rentannya kita manusia.
Ketika hati yang kita punya membawa kita terombang-ambing tak pasti.
Ketika kita memilih untuk tak berteguh hati.

Tapi itu kita..
Itu manusia..
Manusia, sebagaimana adanya manusia.
Yang tercipta dari debu tanah.
Yang dihembuskan nafas oleh Tuhan Sang Pencipta.
Yang dirancang untuk serupa dan segambar dengan Dia.

Dan haruskah menyalahkan Hawa sehingga kita menjadi rentan?
Menyalahkan iblis karena kelabilan kita?
Menunjuk Tuhan telah salah atas rancangannya? Atau menyalahkan diri sendiri?
STOP!!!

Nikmati pelajaran yang Tuhan berikan buat kita..
Dia menguasai segala ruang dan waktu.
Ada saat dahulu, sekarang dan esok.
Dia yang melihat segalanya,, segalanya,, dalam satu kanvas kehidupan yang utuh. Bukan sepotong-sepotong.
Sebuah kanvas kehidupan yang dilukiskan dengan berjuta warna, dengan gambar yang berbeda, tapi semuanya sama: SANGAT BAIK DAN SANGAT INDAH.
Ini pelajarannya:
Melihat hidup, seperti Tuhan melihat kehidupan itu sendiri, karena Dialah yang telah menghidupi kita.
Mari belajar...

Jumat, 10 Februari 2012

Kesombongan? Jangan!

Entah apa pun maksudnya,,, saya selalu mencoba menghindar terjerumus dalam kesombongan.
Sama halnya saya selalu berusaha menghindari orang-orang yang telah menjerumuskan diri kedalam lobang kesombongan.

Saya tak punya teori tentang kesombongan, tapi yang saya percaya:
"Orang sombong nggak pernah mengenal Anugerah"

Kesombongan, ke-tinggihati-an,
sebuah rupa atau wujud dari egosentris, bahwa diri sendirilah yang menghadirkan segala yang diinginkannya. Dengan mengabaikan unsur-unsur lain, seperti orang lain atau bahkan Tuhan.
Ini hanya sekedar pandangan saya aja sih.

Tapi apapun bentuk kesombongan itu, saya benar2 sangat berharap, kalau mereka punya alasan yang tepat untuk melakukan itu,,,
Atau perlu ditelaah tentang kehidupan sosialnya, pengalaman masa lalunya.
Karena kesombongan kalau menurut gw, sangat terkait dengan ada yang diterimanya..

Saya,, pribadi yang selalu ada di titik bahagia, lalu melangkah ke titik bahagia selanjutnya, dan bahagia selanjutnya, dan begitu seterusnya.
Hidup itu terlalu indah untuk dirusak dengan kesombongan.
Bahkan kesombongan itu sendiri sering merusak kesempurnaan hidup bahagia.

Yah,, hidup emang menawarkan banyak pilihan.
Hati emang harus memilih.
Tapi,, Sang Pencipta pasti tak ingin kita sombong, karena Dia: rendah hati!




Kamis, 09 Februari 2012

SKE - NA - RI - O

Saat manusia hidup bersama-sama dalam satu dunia,.
Lalu dengan segenap akal, budi, perasaan, dan segala hal yang telah diberikan oleh Penciptanya, manusia menciptakan sistem-sistem dalam kehidupannya. Entah untuk sebuah perkembangan hidup, kebutuhan hidup atau sekedar untuk bertahan hidup.

Berdampingan satu dengan yang lainnya.
Hidup dalam sebuah jaring-jaring yang saling tersambung satu dan lainnya.
Memainkan peran bersama lalu berdialog dengan skenario beraneka rupa.

Sebuah kehidupan.
Setidaknya dari kacamata saya, seorang yang selalu terkadang kesulitan memainkan peran-peran entah apa itu, karena lebih memilih untuk menjadi diri sendiri.
Tapi didalam dunia yang tampak seperti sebuah panggung pertunjukan, setidaknya saya memainkan peran menjadi diri sendiri..
Peran jujur yang apa adanya.
Peran yang tak membebani.
Peran yang paling gampang dimainkan.

Apa peran kita,, itu lebih dari sekedar pilihan tapi keputusan.
Karena seharusnya ini perkara gampang.
Semua telah diatur oleh Sang Sutradara.
Sebuah cerita kehidupan yang telah diciptakan oleh Tangan yang berkuasa.
Lalu,, apakah kita mau mengikuti skenario yang ada,, atau memilih dan memutuskan untuk memainkan peran atas kehendak sendiri...
Tapi akhir ceritanya?!?!?! Ya jelas itu di luar skenario Sang Sutradara!!!!



Senin, 06 Februari 2012

Perubahan!

Sebagian manusia sangat sulit untuk menerima perubahan.
Dalam beberapa kasus,, gw juga.
Perubahan situasi atau keadaan sering bikin salting,, bikin nggak jelas, bikin uring-uringan, lalu membandingkan dengan keadaan sebelumnya.
Pointnya hanya masalah adaptasi aja sih kalo menurut gw.
Yang pasti tiap2 orang punya kemampuan yang berbeda dalam beradaptasi.
Sebagian sulit untuk beradaptasi, sebagian yang lain gampang untuk menerima perubahan situasi.

Apakah perubahan itu selalu tidak lebih baik?
Belum tentu. Berubah, secara harafiah sih seharusnya menjadi lebih baik.
Semua harus disikapi dengan bijak.

Mereka yang tak bijak akan membanding-bandingkan keadaan sebelumnya, lalu mengeluh, dan hidup dalam pikiran sendiri, sempit, dan isinya negatif semua. Dulu begini, sekarang?!? dulu begitu, sekarang?!? Kok nggak kyk dulu ya?!?
Kasihan. Mereka kehilangan kesempatan untuk melihat hal-hal lain yang (mungkin) lebih indah.

Mereka yang bijak lebih terbuka pada perubahan. Selalu punya harapan untuk melihat dan menghadapi perubahan, dengan keyakinan: semua akan menjadi lebih baik. Menikmati setiap situasi dengan percaya diri. Semua dihadapi dengan tenang.

Ada di sisi mana kita untuk sebuah perubahan?!?!?







BAPA, Engkau sungguh baik
KasihMu melimpah di hidupku
BAPA, kubertrima kasih
BerkatMu hari ini yang Kau sediakan bagiku

Kunaikan syukurku, buat hari yang Kau bri
Tak habis-habisnya kasih dan rahmatMu
Slalu baru dan tak pernah terlambat pertolonganMu
Besar setiaMu di sepanjang hidupku



Jumat, 03 Februari 2012

Harta dari Sorga


Suatu siang di parkiran kantor, di depan pos Satpam..
Mungkin umurnya sekitar 80an,, gigi ompong, hitam, beruban, dengan sarung dan kebaya lusuh, beralas sendal, dan tongkat ditangannya. Wanita renta yang tampaknya dari daerah timur,, dengan ringkih, lelah, tak bugar sama sekali,, yang menurut critanya, beliau baru saja diusir oleh menantunya, saat anaknya sedang bekerja.
Dan beliau minta diantar ke Panti Jompo.

Bukan pemandangan yang enak dilihat, tapi cukup bikin hati bergetar.
Bukan cerita yang pantas untuk dinikmati, tapi ngasih pelajaran mahal buat saya saat ini.

-----

Siapapun tak ingin merasakan hal yang sama seperti Oma tadi.
Atas dasar kemanusiaan saja saya bingung harus berbuat apa..
Ketika melihat seorang wanita tua (yang karena keterbatasan yang tak dapat dielaknya) harus menderita, hanya untuk mencari sekedar tempat berlindung dan kasih sayang.
Atau bahkan kita sering lupa, walaupun kita muda, kita akan menjadi tua.
Atau kita lupa bahwa hidup adalah sebuah perputaran alamiah Tuhan berikan kita.
Suatu fenomena alamiah, dari titik cairan menjadi manusia yang bertumbuh dan lalu menjadi tua. Sangat alamiah..

Lalu,, kenapa kita sering lupa.
Pengen banget mengingatkan sang menantu Oma itu tentang kenyataan ini.
Tapi sebelum saya mengingatkannya,, saya sudah sangat diingatkan..
Bukan tentang diri saya saja,, tapi di pikiran saya saat itu juga adalah,, Orang Tua saya.

Saya tak akan mau memperlakukan orang tua saya dengan tidak layak..
Saat itu juga saya ingin merasakan bagaimana pelukan Papi adalah pelukan paling hangat,,, dan dekapan Mami adalah dekapan paling tulus yang pernah ada di hidup saya..
Apalagi udah 2 bulan lebih, saya tak berjumpa mereka.
Dan setidaknya saat saya menulis ini, hanya tinggal menunggu 2 hari lagi mereka kembali dari plesir bulan madu kedua mereka di negeri kangguru.

Saya tak ingin lupa bagaimana cinta mereka buat saya.
Melihat kehadiran TUHAN dalam hidup saya melalui mereka.
Melihat pembelaan TUHAN melalui kasih sayang mereka.
Menemukan Sorga melalui perhatian mereka.

Papi, Mami,,, TUHAN akan menyatakan kebaikanNya yang tak terhingga buat kalian sampai selama-lamanya. TUHAN akan membawa kalian menikmati kebesaranNya, kemuliaanNya, anugerahNya dan kasihNya buat kalian. TUHAN akan selalu jadi kekuatan kalian untuk hidup panjang usia, dengan kesempurnaanNya. Dan sampai kesudahanNya, kita sekeluarga akan berkumpul dalam Rumah Tuhan, dalam Sorga yang tinggi, di Ruang Maha Kudus, seperjamuan dengan TUHAN YESUS. Amin.